MARI BERSASTRA DAN BERKARYA

Di sini bukan arena pertarungan ala rimba, tapi coba setitik tinggal dilembah nurani sekedar menghisap tirta murni, sari pati puting ibu pertiwi dan cumbu illahi. Buat yang pernah berhenti dan mengajak menari, lalu dengan senyumnya yang tertinggal kembali melanjutkan perjalanannya tuk meraih sesuatu yang lebih berarti. Buat mereka semua yang mencoba jejakkan kakinya di tanah hati.

sekali waktu


sekali waktu,
ingin kuketuk pintu rumahmu
dan,
kujumpai senyummu menyambutku

sekali waktu,
bolehkah aku
berlama-lama
-dimeja malammu
kita bercerita
tentang
angin yang menghembus sepoi
tentang
hijau daun yang menguning dan jatuh

sekali waktu saja,
kita bicara
tentang esok,akan datang
tanpa perbandingan
atas apa dan siapa
tentang kedamaian
serta keselarasan sikap yang hilang

mungkin kini waktunya
kita kembali pada hati
dan
kejujuran rasa
070707

No comments:

Post a Comment