MARI BERSASTRA DAN BERKARYA

Di sini bukan arena pertarungan ala rimba, tapi coba setitik tinggal dilembah nurani sekedar menghisap tirta murni, sari pati puting ibu pertiwi dan cumbu illahi. Buat yang pernah berhenti dan mengajak menari, lalu dengan senyumnya yang tertinggal kembali melanjutkan perjalanannya tuk meraih sesuatu yang lebih berarti. Buat mereka semua yang mencoba jejakkan kakinya di tanah hati.

RINDUKU

rinduku bertumpukmenggunung
menindih lumpuhkandenyut
nging...nging...nging
ngiang itu tariansuci
berputar menggasing
sesak nafas tersumpaldebu
kening manja padabelai permadani
merunduk merujukkiblat
aku rindu
puncak hening
mencampak tubuhmencumbu ruh
beban itu mencambuk
menusuk
hingga ku berlari
kembali
270107


No comments:

Post a Comment