MARI BERSASTRA DAN BERKARYA

Di sini bukan arena pertarungan ala rimba, tapi coba setitik tinggal dilembah nurani sekedar menghisap tirta murni, sari pati puting ibu pertiwi dan cumbu illahi. Buat yang pernah berhenti dan mengajak menari, lalu dengan senyumnya yang tertinggal kembali melanjutkan perjalanannya tuk meraih sesuatu yang lebih berarti. Buat mereka semua yang mencoba jejakkan kakinya di tanah hati.

PERTIWI

Semangat pertiwi,
sempurna bumi mengandung perih luka limbah dan sampah
Hektar demi hektar helai penutup auratnya ditelanjangi,
demi perut yang tak kunjung puas diisi....
Tanpa disadari luka terlanjur dalam dan lebar menganga
hingga muntahkan nanah yang luluhkan PORONG
Darah terus mengalir jadi banjir menggenangi seluruh daratan
Bersih dadamu desirkan hasrat
Curam lembah pangkal pahamu
Deraskan kringat dalam atmosfer panas

pertiwi tanpa kain penutup diri
Udara terjerembab masuk keliangmu tanpa halang
Kepala geleng dibuat terus mengiang,

Yang terhirup tak bersih lagi
Yang diminum tak steril lagi
Limbah dan polusi meracuni darahku
Tubuhku
Jiwaku
Otakku

pertiwi ibu kami
beri semangatmu!
serupa tabahmu hadapi durhaka anak-anakmu.......
beri restu bumi tuk hapuskan keringat keningmu

250509

No comments:

Post a Comment