MARI BERSASTRA DAN BERKARYA

Di sini bukan arena pertarungan ala rimba, tapi coba setitik tinggal dilembah nurani sekedar menghisap tirta murni, sari pati puting ibu pertiwi dan cumbu illahi. Buat yang pernah berhenti dan mengajak menari, lalu dengan senyumnya yang tertinggal kembali melanjutkan perjalanannya tuk meraih sesuatu yang lebih berarti. Buat mereka semua yang mencoba jejakkan kakinya di tanah hati.

Masih

Ini jiwa masih sama
Melawan aku dan aku
Saling tinju tukar sikut
Sama benar semua salah
Berebut menang
Mungkin yang paling benar
Padahal kalah belum tentu salah
Jika satu aku dan aku
Mengapa harus darah perekatnya
Jika satu aku dan aku
Mengapa tulang belulang penegaknya

No comments:

Post a Comment